Bisnis.com, JAKARTA – Dalam upaya meningkatkan kemandirian obat dalam negeri sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Kementerian Kesehatan melakukan pengembangan bahan baku sediaan farmasi dan membina ratusan industri farmasi. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa pengembangan bahan baku sediaan farmasi dilakukan secara bertahap dalam 4 fokus utama yakni bahan baku natural, kimia (API), biopharmaceutical, dan vaksin. “Capaian peningkatan jumlah industri yang dibina oleh Kemenkes dalam kurun waktu 2016-2019 antara lain perkembangan jumlah industri farmasi dalam negeri bertambah dari 209 menjadi 230 industri,” jelasnya melalui siaran pers, Rabu (15/7/2020).

Selain itu, industri bahan baku obat bertambah dari 8 menjadi 14 industri, industri obat tradisional bertambah dari 88 menjadi 120 industri, industri ekstrak bahan alam bertambah dari 8 menjadi 17 industri, industri alkes dalam negeri bertambah dari 215 menjadi 313 industri. Kemudian, jumlah industri bahan baku obat pada 2016 berjumlah 8 dan sudah berkembang menjadi 14 industri pada 2019. “Sampai 2019, bahan baku yang sudah dikembangkan sebanyak 21 yang terdiri dari 1 item produk bioteknologi, 1 item produk vaksin, 7 item produk natural, dan 12 item produk bahan baku obat kimia,” terang Terawan. Sampai dengan 2020, beberapa bahan baku farmasi telah dapat diproduksi di dalam negeri. Contohnya bahan baku untuk obat yang digunakan dalam pengendalian penyakit tidak menular, seperti atorvastatin, klopidogrel, dan simvastatin.